Rehabilitasi Area Pesisir Mangrove Kaliadem Jakarta Utara

Mangrove merupakan kelompok tumbuhan yang mampu bertoleransi terhadap salinitas tinggi dan secara ekologis tumbuh di wilayah pasang surut, yaitu antara titik tertinggi air pasang musim semi hingga area yang sedikit di atas permukaan laut rata-rata. Ekosistem ini umum ditemukan di kawasan tropis dan subtropis, terutama di pantai yang terlindung, delta, laguna, serta muara sungai (Alongi, 2020). Mangrove tidak hanya mencakup pohon-pohonan khas pesisir, tetapi juga mencakup komunitas biotik lainnya seperti mikroba, jamur, tumbuhan bawah, dan fauna yang hidup di dalamnya. Di antara negara-negara Asia Tenggara, Indonesia memiliki kekayaan spesies mangrove tertinggi, yaitu 243 spesies (48 mangrove sejati), diikuti oleh Malaysia (221 spesies), Thailand (186 spesies), dan negara lainnya dengan angka yang lebih rendah (KEHATI, 2024). Hal ini menjadikan Indonesia sebagai pusat keanekaragaman mangrove dunia.
Ekosistem mangrove berperan vital dalam mendukung keseimbangan ekologis, menyediakan jasa lingkungan seperti perlindungan pantai, penyimpanan karbon, serta menjadi sumber daya ekonomi dan sosial yang penting, terutama bagi masyarakat pesisir. Area penanaman mangrove di Kaliadem terletak di wilayah muara Sungai Ciliwung, yang berbatasan langsung dengan Hutan Lindung Angke Kapuk. Wilayah ini berada dalam zona pasang surut yang sangat dipengaruhi oleh dinamika gelombang laut, menjadikannya sebagai lokasi penting namun rentan bagi keberlangsungan ekosistem mangrove. Kawasan Mangrove Kaliadem memiliki luas sebesar 2,29 hektare. Lahan vegetasi yang ditanami mangrove seluas 1,28 hektare atau 55,77% dari total seluruh area.